Wednesday, September 30, 2009

6 KEBIASAAN SEHAT YANG MALAH BIKIN SAKIT

Kebiasaan SehatTernyata.. eh ternyata semua aktivitas yang menyehatkan belum tentu akan benar-benar membuat badan menjadi sehat. Malah ada beberapa kebiasaan yang justru dapat membuat kita malah sakit.

Menurut Dr. Erika Schwartz, Medical Director of Cinergy Health yang dikutip dari Huffington Post, Rabu (30/9/2009), ada 6 kebiasaan umum yang dianggap orang menyehatkan tapi sebenarnya tidak, bahkan kebiasaan itu akan membuat sakit.

Walah... Mau sehat aja kok jadi malah jadi sakit. Apa saja sih kebiasaan tersebut ? yuk kita intip...


1. Olahraga berlebihan
Olahraga atau aerobik sebaiknya tidak dilakukan berlebihan, cukup dilakukan ketika hari libur jika ingin benar-benar berolahraga. Olahraga yang berlebihan hanya akan membuat Anda keletihan dan mudah sakit. Tapi jika ingin berolahrga tiap hari, sebaiknya cukup jalan kaki atau yoga. Olahraga berenang, tenis, golf atau olahraga tim bisa dilakukan sebulan sekali.

2. Menghindari sinar matahari
Mencegah terkena sinar matahari sama saja dengan mencegah masuknya vitamin D ke dalam tubuh. Padahal vitamin D sangat penting untuk tubuh dan bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sinar ultraviolet dari matahari memang bisa merusak kulit, tapi sebaiknya jangan menjadi takut berlebihan juga sampai-sampai tidak mau terkena sinar matahari. Penggunaan lotion pelembab juga sebaiknya tidak terlalu berlebihan karena akan menghalangi masuknya sinar matahari ke kulit. Satu-satunya bagian tubuh yang perlu perlindungan hanyalah wajah.

3. Selalu menggunakan gel atau sabun khusus antibakteri
Produk-produk antibakteri memang bisa mencegah seseorang dari kuman, bakteri atau virus. Tapi penggunaan yang terlalu sering justru akan melemahkan antibodi tubuh. Zat antibakteri tidak hanya akan membunuh bakteri jahat tapi juga bakteri baik yang sebenarnya berguna untuk menyeimbangkan flora bakteri dalam tubuh. Gunakanlah produk tersebut dengan wajar dan berhentilah menjadi seseorang yang ingin selalu bersih setiap saat.

4. Kelebihan atau kekurangan tidur
Rata-rata orang butuh sekitar 8 jam per hari untuk tidur. Jika Anda kurang atau terlalu banyak tidur dari jam seharusnya, tubuh tidak akan bisa berpikir, berproses dan berfungsi secara optimal. Bahkan beberapa studi menyebutkan bahwa jam tidur yang kurang atau lebih tidak baik untuk kulit, menyebabkan pusing, depresi dan nafsu makan bertambah.

5. Berada di ruangan AC terus menerus
Kandungan udara dingin yang terdapat pada AC mungkin mengandung banyak bakteri dan partikel kotor lainnya. Setiap jamnya sebaiknya matikan AC, buka jendela, jalan ke luar ruangan dan hiruplah udara segar. Jangan lupa bersihkan penyaring AC dengan air hangat dan sabun setiap bulannya. Jika Anda berada di ruangan kantor yang full AC, bawalah jaket untuk menjaga suhu tubuh jika udaranya terlalu dingin, keluarlah dari kantor setidaknya untuk makan siang atau jajan sore.

6. Mengonsumi makanan organik
Tidak semua makanan yang berlabel organik ternyata benar-benar organik, karena banyak yang masih menggunakan pestisida. Bukan hanya harus mengeluarkan uang lebih banyak, tapi Anda juga berisiko tertipu dengan label tersebut. Makanan tidak perlu organik untuk disebut sebagai makanan sehat. Dengan penanganan dan pengolahan yang tepat, risiko makanan terkontaminasi zat asing pun diatasi.

[detikhealth]

Friday, September 25, 2009

Sebaiknya Terasi Jangan Dimakan Mentah

Makanan Sehatz, kali ini akan berbicara tentang terasi. Siapa yang tidak mengenal terasi...? Rasanya hampir semua masyarakat Indonesia mengenal terasi, suatu jenis bahan penyedap makanan hasil fermentasi bergaram dari udang atau ikan dan berbau khas. Tidaklah lengkap bila sambal tanpa terasi ditambah lagi lalapan...hmm sungguh nikmat sekali.

Sebenarnya ada tiga macam terasi, yaitu terasi udang, terasi ikan, serta terasi campuran antara ikan dan udang. Di Indonesia, terasi udang lebih disukai daripada terasi ikan karena aromanya lebih sedap dan rasanya lebih lezat.

Mutu terasi ditentukan oleh penampakan, warna, bau, dan adanya serangga atau ulat. Ciri-ciri terasi yang baik adalah berwarna gelap, bau khas terasi, tidak tengik, serta tidak ada kotoran berupa pasir, sisa ikan dan udang, atau bahan lainnya.

Terasi sebenarnya memiliki warna asli seperti tanah, yakni coklat kehitam-hitaman. Ada pula terasi yang berwarna merah. Warna itu dapat berasal dari pigmen udang atau bahan pewarna alami yang sengaja ditambahkan ke dalamnya.

Untuk menarik calon pembeli, banyak produsen nakal yang menggunakan rhodamine B sebagai pewarna karena harganya murah dan warnanya lebih mencolok. Padahal rhodamine B bukan untuk makanan, tapi untuk mewarnai tekstil dan kertas. Zat pewarna tersebut sangat berbahaya, apalagi bila dikonsumsi jangka panjang karena bisa memicu kanker. Meski kadar rhodamine B dalam terasi sangat kecil, lambat laun bisa terjadi penumpukan dalam tubuh manusia. Karena itu masyarakat perlu mewaspadai tampilan terasi yang berwarna merah mencolok.

Selain mewaspadai zat warna berbahaya yang dipakai, menurut ahli teknologi pangan dari IPB, Prof.Dr.Made Astawan, sebaiknya terasi tidak dikonsumsi mentah. "Saat hendak dikonsumsi, sebaiknya terasi dimasak untuk membunuh mikroba penyebar penyakit," katanya.

Jadi agar lebih terjaga kesehatan kita alangkah baiknya terasi dimasak dengan cara dibakar, dikukus, atau digoreng terlebih dahulu. Selain itu pula melalui proses pemasakan juga bisa meningkatkan aroma terasi. (kompas dot com)

Sunday, September 20, 2009

HINDARI SIKAT GIGI SETELAH MINUMCOLA

Sikat gigi Sehabis Minum ColaSehatz...dan tetap sehatz sepanjang waktu, itulah yang selalu diinginkan oleh semua orang. Akan tetapi untuk selalu sehatz itu perlu kesadaran dari tiap individu, apalagi dijaman yang serba modern ini. Nah bertepatan dengan momen hari raya ini, biasanya sering tersaji minuman cola atau jus jeruk. Ternyata dibalik minuman cola atau jus jeruk tersebut tersimpan rahasia yang dapat merugikan bagi yang meminumnya, terutama pada bagian gigi.

Asosiasi apoteker Jerman merekomendasikan untuk menunggu waktu 30 menit jika ingin sikat sehabis minum cola dan orange juice. Dan bagi penggemar minuman cola atau jus jeruk diminta untuk memperhatikan himbauan ini.

Kandungan asam yang tinggi di dua minuman tersebut bisa memicu kerusakan enamel gigi. Menunggu waktu setengah jam sangat ideal karena enamel gigi sudah cukup keras ketimbang baru saja mengonsumsi dua minuman itu seperti dilansir Chinadaily, Sabtu (19/9/2009).

Aturan sikat gigi setelah 30 menit minum jus atau cola sebaiknya jangan diabaikan. Minuman jus kecuali jus buah persik sangat asam dibandingkan dengan minuman kopi, teh, bir atau anggur yang tingkat keasamannya lebih rendah.

Sebelumnya peneliti NYU College of Dentistry telah melansir penemuannya bahwa minuman olahraga yang banyak dijual juga mengandung asam sitrat bisa merusak gigi.

Penelitian ini dilakukan dengan merendam gigi selama 90 menit, sebagai simulasi bagi orang yang suka meminum minuman olahraga sepanjang hari. Ternyata lapisan enamel gigi sebagian sudah hilang.

Hal ini karena minuman olahraga tersebut bocor hingga ke lapisan bawah enamel, sehingga menyebabkan gigi menjadi lunak dan lemah. Kondisi ini disebut dengan erosi gigi yang bisa mengakibatkan kerusakan dan mudah lepasnya gigi jika tidak segera diobati. Duh..jadi ngeri...

[detik]

Tuesday, September 15, 2009

MANFAAT BROWSING BAGI OTAK KITA

Ini dia baru berita yang perlu diketahui khususnya bagi mereka suka browsing internet. Ternyata dibalik kebiasaan browsing tersebut, ada manfaat yang positif. Karena pada saat masuk ke dalam interaksi di dunia maya, kita perlu menimbang dan mengambil keputusan secara seksama. Informasi mana yang sebaiknya kita baca dan mana yang lebih diabaikan. Sehingga membuat sel-sel otak kita bekerja aktif. Secara mental, kegiatan ini juga jauh lebih menarik dibandingkan membaca buku yang tebal dan berat, demikian pendapat para ilmuwan di UCLA.

Studi yang mereka lakukan mendapati, ketika kita browsing, ada satu sirkuit saraf otak yang terangsang aktif. Hal ini tidak didapati pada orang yang sedang membaca buku. Tak hanya itu. Hasil scan MRI juga menunjukkan aktivitas otak meningkat hingga 3 kali lipat pada orang yang rutin menjelajah internet, dibanding yang baru berkenalan dengan internet.

Tips: Sisihkan waktu 20 menit sehari untuk mencari topik yang selama ini ingin kita pelajari atau ketahui dari internet. Misalnya berita terkini mengenai perkembangan artis mancanegara atau tangga lagu terbaru di luar negeri. Semua jenis informasi memiliki manfaat yang sama bagi otak kita.

Ternyata beruntung juga nie..hampir setiap saat berblogging ria sambil browsing tentunya...

[kompas]

Thursday, September 10, 2009

BAHAYA DIBALIK MAKAN LALAPAN MENTAH

Update..update..kali ini sehatzblog mau posting tentang lalapan, terutama yang mentah. Kebetulan saya juga suka dengan yang namanya lalapan, makanya begitu dapat informasi langsung aja dibagikan buat teman-teman. Ditinjau dari gizinya, lalapan mentah memang mengandung unsur gizi lebih banyak dibanding lalapan matang. Namun, dari segi keamanannya, lalapan mentah beresiko terkontaminasi pestisida atau bakteri berbahaya.

Menurut Prof.Dr.Ir. Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB dalam bukunya Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan, residu pestisida seringkali masih tertinggal pada sayuran sampai beberapa hari setelah penyemprotan, terutama pada masa kemarau karena itu seharusnya petani tidak memanen sayuran sehabis disemprot pestisida.

Proses pencucian sayur yang tidak sempurna juga perlu diwaspadai. Pasalnya beberapa zat kimia dalam pestisida ada yang tidak bisa hilang meski dicuci. Oleh karena itu, cuci sayur dan buah dalam air mengalir. Khusus untuk lalapan mentah, untuk lebih amannya cuci lalapan dengan air matang agar terhindar dari bakteri penyebab infeksi.

Selain pestisida, waspadai pula kontaminasi bakteri berbahaya, terutama sayuran yang menjalar di permukaan tanah atau ketinggiaannya dekat dengan tanah. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, para petani seringkali menggunakan pupuk organik berupa humus atau kotoran ternak (bahkan kotoran manusia).

Contoh bakteri patogen yang berasal dari tinja adalah Eschericia coli yang dapat menimbulkan diare, Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi penyebab demam tifus. Salmonella juga dapat menyebabkan gangguan perut, dengan gejala diare, sakit kepala, muntah-muntah, dan demam.

Beberapa jenis bahan pangan mengandung senyawa beracun alami, misalnya saponin pada kedelai, kacang tanah, bayam, dan asparagus, goitrogen (kol dan lobak), asam sianida (daun singkong), solanin (kentang), dan lain-lain. Senyawa beracun tersebut hanya dapat dihilangkan melalui proses pencucian dan pemasakan dengan suhu yang tepat.

Meski sejauh ini belum dilaporkan adanya kasus orang yang keracunan atau meninggal gara-gara mengonsumsi lalapan mentah, tapi tak ada salahnya kita lebih memerhatikan keamanan pangan yang dikonsumsi. Bila Anda termasuk pecinta lalapan, mungkin Anda bisa mulai menanam tanaman yang biasa dipakai untuk lalapan di halaman rumah atau dalam pot. Dengan demikian, kita tahu persis sayuran tersebut bebas dari pestisida dan kontaminasi bakteri atau tinja manusia.

[kompas]

Wednesday, September 9, 2009

KHASIAT GARAM DAN SIRIH BAGI GIGI

Info sehatz kali ini masih ada disekitar mulut, terutama di bagian gigi. Kalau sudah bercerita tentang gigi... pasti deh kebayang yang namanya sakit gigi. Sampai-sampai ada lagunya "... Dari pada sakit hati lebih baik sakit gigi..." he..he.. padahal yang namanya sakit gigi itu lebih menyusahkan dari sakit hati...betul tidak?

Lanjut lagi tentang gigi...dulu waktu masih kecil pernah dengar tidak tentang anjuran untuk berkumur dengan air garam ketika mengalami sakit gigi atau nyeri lain di sekitar mulut. Kenapa harus dengan air garam?.

Menurut Pakar Tumbuhan dan Obat Tradisonal, dr. Setiawan Dalimartha sebenarnya hal itu sangat masuk akal. Garam yang berasal dari laut, mengandung natrium dan elektrolit. Hal itu akan membantu merangsang saraf dan otot dalam mulut. "Tampaknya memang ajaran tradisional, namun sebenarnya bisa berkhasiat membuang kuman dan mengembangkan flora-flora baik dalam mulut, menyembuhkan peradangan," ujar Setiawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Gerakan kembali ke alam yang semakin banyak digaungkan, termasuk mengenai perawatan kesehatan mulut dan gigi. Kegiatan bersirih yang banyak dilakukan oleh orangtua secara turun temurun kemudian menarik para peneliti dari dunia kedokteran modern.

Terbukti, sirih memiliki efek sangat baik dan berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. "Kandungan minyak asiri pada daun sirih yang kaya akan chivakol, menjadikannya bermanfaat sebagai antibakteri, dengan daya bunuh bakteri hingga lima kali lipat dari antibakteri golongan fenol," tutur Setiawan.

Selain itu, lanjutnya sirih juga mengandung tannin yang dapat menghentikan perdarahan pada radang gusi serta mengatasi sariawan. "Pigmen hijau pada sirih juga berkhasiat sebagai antioksidan dan kholorofil sebagai antiradang, antioksidan dan penyembuh luka," terangnya.

Dia menambahkan, pengetahuan empiris yang diperoleh secara turun temurun memang tak selalu memberikan rasa aman. Sehingga kini semakin banyak dilakukan penelitian dunia medis terhadap bahan-bahan herbal. Tujuannya, untuk memastikan penggunaan herbal sebagai zat yang berkhasiat dan aman untuk penggunaan jangka panjang. Yang perlu diketahui, sebaiknya sirih tidak dicampur dengan pinang. Sebuah penelitian mengungkap, jika kedua bahan itu dicampur justru bisa menyebabkan kanker.

Berpuasa

Memasuki bulan puasa, salah satu masalah yang sering mencuat adalah bau mulut. Seringkali, orang berpuasa terganggu dengan hal itu.

Menurut DR. drg. Melanie Sadono Djamil, hal itu wajar saja. Pasalnya, tidak ada proses pengunyahan. Padahal proses itu merupakan self cleansing alami. "Proses mengunyah yaitu beradunya gigi kemudian muncul air liur sehingga kemudian bakteri hilang atau tertelan. Selama puasa, hal itu tidak dilakukan sehingga timbul bau mulut," paparnya. Selain itu pula, selama berpuasa sebaiknya tetap menyikat gigi minimal dua kali sehari yaitu setelah sahur dan sebelum tidur. Serta, menghindari makanan yang berbau menyengat seperti durian, pete dan jengkol. Karena makanan semacam itu dapat bertahan lama dalam mulut, bisa jadi mengganggu aktivitas nantinya.

Nah..lho siapa yang suka sahur dan buka pake pete dan jengkol??? (Republika Online)

Sunday, September 6, 2009

TIPS MENGHILANGKAN BAU MULUT

Info sehatz kali ini coba untuk membahas tentang "Tips Menghilangkan Bau Mulut"... Hal ini bisa dianggap wajar bila terjadi pada saat bulan puasa, tapi kalo hari lain masih begitu juga bisa susah dong. Malahan bisa dijauhin sama teman... apalagi sudah bau tidak sadar lagi...makin parah dech...

Halitosis adalah istilah Bahasa kedokteran tapi di Indonesia, kita mengenalnya dengan istilah napas yang bau atau bau mulut. Keadaan ini dapat terjadi pada semua orang setiap saat.

Gangguan ini seringkali disepelekan oleh banyak orang. Padahal halitosis yang cukup berat dapat mengganggu kehidupan sosial, personal, dan profesional seseorang. Sebab, kesan pertama yang ditimbulkan pada orang- orang di sekitar akan mempengaruhi penilaian terhadap diri seseorang hingga akhir.

Kondisi dapat bertambah parah ketika penderita bau mulut atau halitosis kurang atau tidak menyadari sama sekali dirinya memiliki bau mulut. Biasanya penderita baru menyadarinya saat seorang kolega, teman, atau keluarga memberitahunya. Hal ini dapat memberikan efek yang berat pada seseorang. Seperti turunnya rasa percaya diri, sering memeriksa bau mulutnya, was-was dan cenderung meyakinkan dirinya bahwa napasnya tidak bau meskipun masalah itu sudah hilang.

Beberapa penyebab bau mulut pada umumnya dapat dicegah dan dihindari. Tetapi pada sebagian penderita bau mulut yang berat, hingga kini para peneliti dan dokter gigi belum dapat mengetahui penyebab langsung masalah dari bau mulut ini. Seringkali bau mulut yang berat disebabkan lebih dari satu hal dan sering kali penyebabnya kompleks. Menyikat gigi dua kali sehari adalah hal yang harus selalu dilakukan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat mengakibatkan bau mulut yang dapat kita hindari:

� Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung minyak, lemak, MSG, dan bumbu penyedap yang berlebihan.
� Minuman berakohol atau kebiasaan merokok dapat menyebabkan bau mulut sementara.
� Kebiasaan kurang berolahraga, stres yang berat, dan dehidrasi.
� Kurang menjaga higiene gigi dan gusi.
� Kebiasaan menyikat gigi hingga berdarah.
Penyakit-penyakit di sekitar gigi.

Beberapa tips untuk mencegah bau mulut adalah menyikat gigi secara teratur, menggunakan dental floss untuk membersihkan daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau sikat gigi, menggunakan obat kumur jika diperlukan, membersihkan lidah, dan untuk keadaan-keadaan penting sediakanlah selalu spray mulut atau permen penyegar mulut dalam tas Anda.

Hindari makanan yang dapat menyebabkan bau mulut seperti bawang, petai, dan makanan yang manis. Jika beberapa langkah di atas belum dapat juga mengatasi masalah gusi Anda, diskusikanlah dengan dokter atau dokter gigi Anda untuk hasil yang lebih baik.

[liputan 6]